Internship at Cabinet Secretariat of the Republic of Indonesia
How I am deeply grateful for the opportunity!
Kalimat diatas adalah suatu bentuk kebanggan dan rasa syukur atas kesempatan yang nggak pernah terbayangkan dalam hidup gue bisa tembus internship disebuah instansi pemerintah.
Ya, Sekretariat Kabinet Republik Indonesia!

Tempat ini berada dalam satu lingkungan dengan Sekretariat Negara dan Istana Negara. Jadi, nggak salah kalo orang awam seperti gue melihat tempat ini begitu formal dan 'kaku'. Tapi, ketika bapak Jokowi menjadi presiden semua yang gue lihat dari luar berbeda dengan keadaan di dalamnya.
Gue punya list apa aja yang harus gue lakuin selama menjalani hidup sebagai mahasiswa, salah satunya internship di instansi pemerintahan kalo nggak di Kementerian Luar Negeri, Kemterian Pariwisata, ya di Kedutaan Besar. Gue beranikan diri datengin satu-satu tempat itu tapi, gue gagal mencapai itu semua. I was truly deeply dissapointed at that time! Gue berfikir saat itu nggak ada harapan untuk internship di instansi pemerintah karena saat itu penuh dengan anak-anak magang. (Actually, gue internship bareng Kevin temen satu kelompok, satu jurusan, satu kelas dan satu temen nongkrong juga ehehe).
Saat itu gue putus asa banget dan nggak tau lagi harus lamar internship dimana lagi. Ketika gue menghadap langsung Ma'am Atikah Ruslianti ketua prodi sastra inggris untuk ngobrol mekanisme internship anak sastra inggris yang gue dan temen-temen lain nggak pahami, di saat itu juga gue cerita nasib gue yang nggak tau mau internship di mana.
"Saya dapat info kalau Sekretariat Negara buka lowongan internship untuk jurusan sastra inggris".
Begitu ucapan beliau yang membuat batin gue saat itu berucap, "Sekretariat Negara? nggak salah? gue? internship di sana?!". Besoknya gue dan Kevin survey ke Setneg dengan pemikiran yang imajinatif. Gimana enggak, di sekitar lingkungan Setneg dan Istana ada penjagaan ketat dari paspampres dan provos terlebih lagi pasca bom Thamrin Januari 2016 lalu. "Pi, beneran nih kita internship di sini?" itu pertanyaan Kevin saat kita melewati pintu masuk dan lagi diperiksa. Berasa banget 'kaku' nya, berasa banget juga atmosfer yang...campur aduk pokoknya. Saat itu gue sempet pesimis, apa iya gue bisa keterima internship di tempat yang 'mengagumkan' ini.
Satu minggu kemudian gue dan Kevin dapet informasi kalau kita diterima! Gue seneng! bangga! nggak ngerti harus ngomong apa karena gue nggak pernah nyangka kegagalan gue saat itu berbuah keberhasilan 'besar'. Gue internship di lingkungan kepresidenan dan berurusan dengan segala dokumen dan surat kenegaraan, melakukan penerjemahan berita untuk situs mereka, juga melakukan penerjemahan pidato untuk Preisden dan menteri-menterinya.
Gue belajar banyak hal, nggak hanya pengalaman dunia kerja tapi juga pemerintahan, yang memang gue sangat tertarik dengan field itu. Bertemu dengan tokoh-tokoh hebat, termasuk dengan Sekretaris Kabinet bapak Pramono Anung (ya iyalah, orang satu gedung haha). Gimana gue melihat 'pemerintahan' yang sesungguhnya, bagaimana pemerintahan saat ini berjalan. Dari sana juga gue belajar bahwa apa yang dipikirkan oleh pihak-pihak yang memandang pemerintahan saat ini dengan sinis dan penuh pesimistis is totally wrong. (Lets skip this one)
Alhamdulillah nya, nggak cuma gue yang merasa bangga bisa mengalami pengalaman itu, tapi nyokap, bahkan kaprodi gue yang rela merubah jadwal kuliah jurusan sampai 3 kali untuk bisa menyesuaikan dengan jam kerja gue and I really appreciated. Mungkin kalimat terakhir di atas terkesan egois, tapi yang gue tau, gue dan Kevin adalah mahasiswa sastra inggris UNJ peratama yang bisa keterima internship di Sekretariat Kabinet. Dari kegagalan itu gue akhirnya paham, there will be time when you fail then something great will come, better than you ever planned for.
And YES! I AM DELIGHTED AND HONOURED TO WORK WITH GREAT PEOPLE and FOR THE OPPORTUNITY!
Kalimat diatas adalah suatu bentuk kebanggan dan rasa syukur atas kesempatan yang nggak pernah terbayangkan dalam hidup gue bisa tembus internship disebuah instansi pemerintah.
Ya, Sekretariat Kabinet Republik Indonesia!

Tempat ini berada dalam satu lingkungan dengan Sekretariat Negara dan Istana Negara. Jadi, nggak salah kalo orang awam seperti gue melihat tempat ini begitu formal dan 'kaku'. Tapi, ketika bapak Jokowi menjadi presiden semua yang gue lihat dari luar berbeda dengan keadaan di dalamnya.
Gue punya list apa aja yang harus gue lakuin selama menjalani hidup sebagai mahasiswa, salah satunya internship di instansi pemerintahan kalo nggak di Kementerian Luar Negeri, Kemterian Pariwisata, ya di Kedutaan Besar. Gue beranikan diri datengin satu-satu tempat itu tapi, gue gagal mencapai itu semua. I was truly deeply dissapointed at that time! Gue berfikir saat itu nggak ada harapan untuk internship di instansi pemerintah karena saat itu penuh dengan anak-anak magang. (Actually, gue internship bareng Kevin temen satu kelompok, satu jurusan, satu kelas dan satu temen nongkrong juga ehehe).
Saat itu gue putus asa banget dan nggak tau lagi harus lamar internship dimana lagi. Ketika gue menghadap langsung Ma'am Atikah Ruslianti ketua prodi sastra inggris untuk ngobrol mekanisme internship anak sastra inggris yang gue dan temen-temen lain nggak pahami, di saat itu juga gue cerita nasib gue yang nggak tau mau internship di mana.
"Saya dapat info kalau Sekretariat Negara buka lowongan internship untuk jurusan sastra inggris".
Begitu ucapan beliau yang membuat batin gue saat itu berucap, "Sekretariat Negara? nggak salah? gue? internship di sana?!". Besoknya gue dan Kevin survey ke Setneg dengan pemikiran yang imajinatif. Gimana enggak, di sekitar lingkungan Setneg dan Istana ada penjagaan ketat dari paspampres dan provos terlebih lagi pasca bom Thamrin Januari 2016 lalu. "Pi, beneran nih kita internship di sini?" itu pertanyaan Kevin saat kita melewati pintu masuk dan lagi diperiksa. Berasa banget 'kaku' nya, berasa banget juga atmosfer yang...campur aduk pokoknya. Saat itu gue sempet pesimis, apa iya gue bisa keterima internship di tempat yang 'mengagumkan' ini.
Satu minggu kemudian gue dan Kevin dapet informasi kalau kita diterima! Gue seneng! bangga! nggak ngerti harus ngomong apa karena gue nggak pernah nyangka kegagalan gue saat itu berbuah keberhasilan 'besar'. Gue internship di lingkungan kepresidenan dan berurusan dengan segala dokumen dan surat kenegaraan, melakukan penerjemahan berita untuk situs mereka, juga melakukan penerjemahan pidato untuk Preisden dan menteri-menterinya.
Gue belajar banyak hal, nggak hanya pengalaman dunia kerja tapi juga pemerintahan, yang memang gue sangat tertarik dengan field itu. Bertemu dengan tokoh-tokoh hebat, termasuk dengan Sekretaris Kabinet bapak Pramono Anung (ya iyalah, orang satu gedung haha). Gimana gue melihat 'pemerintahan' yang sesungguhnya, bagaimana pemerintahan saat ini berjalan. Dari sana juga gue belajar bahwa apa yang dipikirkan oleh pihak-pihak yang memandang pemerintahan saat ini dengan sinis dan penuh pesimistis is totally wrong. (Lets skip this one)
Alhamdulillah nya, nggak cuma gue yang merasa bangga bisa mengalami pengalaman itu, tapi nyokap, bahkan kaprodi gue yang rela merubah jadwal kuliah jurusan sampai 3 kali untuk bisa menyesuaikan dengan jam kerja gue and I really appreciated. Mungkin kalimat terakhir di atas terkesan egois, tapi yang gue tau, gue dan Kevin adalah mahasiswa sastra inggris UNJ peratama yang bisa keterima internship di Sekretariat Kabinet. Dari kegagalan itu gue akhirnya paham, there will be time when you fail then something great will come, better than you ever planned for.
And YES! I AM DELIGHTED AND HONOURED TO WORK WITH GREAT PEOPLE and FOR THE OPPORTUNITY!


Comments
Post a Comment